Edukasi ZIS
Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail AS

Meneladani Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail AS

Qurban adalah ibadah yang disyariatkan oleh Allah SWT. Di dalamnya terdapat begitu banyak hikmah yang bisa dipetik. Qurban dalam Islam juga disebut dengan al-udhhiyyah dan adh-dhahiyyah yang berarti binatang sembelihan, seperti unta, sapi (kerbau), dan kambing yang disembelih pada hari raya Idul Adha dan hari-hari tasyriq sebagai bentuk taqarrub atau mendekatkan diri kepada Allah.

Ibadah kurban yang selalu dilaksanakan pada hari raya Idul Adha mempunyai kisah dan sejarah yang tidak bisa dilepaskan dari sosok Nabi Ibrahim AS dan anaknya Nabi Ismail AS.

Kisah Nabi Ibrahim dan Ismail digambarkan melalui Al-Qur’an surah As-Shaffat ayat 99-113 yang dijelaskan melalui Tafsir Ibnu Katsir. Nabi Ibrahim menanti kehamilan dari Siti Sarah, istrinya, namun tak kunjung dikaruniai anak.

Dilansir dari islam.nu.or.id, ketika usia Siti Sarah semakin menua dan menjadi sulit untuk mengandung, Siti Sarah pun meminta kepada Nabi Ibrahim untuk menikahi budak mereka bernama Siti Hajar, dengan harapan Nabi Ibrahim bisa mempunyai anak yang ia inginkan.

Setelah menikahinya, Siti Hajar hamil dan melahirkan seorang anak dengan nama Ismail. Ketika Ismail lahir, Nabi Ibrahim sudah berusia 86 tahun. Nabi Ibrahim mendidik Ismail dengan sangat baik hingga Ismail menjadi seorang anak yang saleh.

Sebagaimana sejarah Nabi Ibrahim Alaihissalam yang sangat mencintai Ismail, hingga Allah SWT menguji Nabi Ibrahim kecintaannya terhadap Allah SWT sebagai wujud ketaatan pada perintah-Nya. Saat Nabi Ibrahim begitu sayang kepada sang anak, ia kemudian bermimpi untuk menyembelih dan mengurbankan putra tersayangnya.

Qurban tahun ini sekarang juga di https://bit.ly/dombasuperperiode2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *