• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi ZIS
Assyifa Peduli Bencana Sumatera: Bersama Bangun Kembali Pesantren untuk Masa Depan Santri

Assyifa Peduli Bencana Sumatera: Bersama Bangun Kembali Pesantren untuk Masa Depan Santri

Sumatera — Upaya peduli bencana Sumatera tidak berhenti ketika akses jalan kembali normal atau bantuan darurat selesai disalurkan. Setelah masa tanggap darurat berlalu, masyarakat dan fasilitas yang terdampak masih membutuhkan dukungan untuk dapat bangkit dan menjalani kehidupan seperti sediakala.

Salah satu bagian penting dalam proses pemulihan adalah memastikan fasilitas pendidikan kembali berfungsi dengan aman dan layak. Hal ini menjadi semakin penting bagi pesantren yang tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga menjadi rumah bagi para santri.

Melalui kolaborasi LAZ Assyifa Peduli bersama Yayasan Amal Mulia, dukungan diberikan untuk membantu pembangunan kembali Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, Kecamatan Rantau Seulamat, Aceh Timur, pada 15 Agustus 2026. Langkah ini menjadi bagian dari ikhtiar peduli bencana Sumatera sekaligus mendukung keberlanjutan pendidikan para santri.

Ponpes Nurul Ikhlas Memiliki Hampir 100 Santri

Relawan Amal Mulia yang langsung terjun ke lapangan melaporkan bahwa kondisi lokasi mandi, cuci, kakus, (MCK) di Ponpes Nurul Ikhlas sangat memprihatinkan. Bangunan berukuran kecil itu harus digunakan secara bergantian oleh lebih dari 90 santri dengan hanya tirai atau kain hitam sebagai penutup. Padahal santri di sini merupakan santri putri.

“Kondisi pesantren saat ini masih cukup memprihatinkan. Sebagian besar bangunan masih berupa bangunan semi permanen dengan material papan. Fasilitas MCK yang tersedia juga masih jauh dari kata layak untuk memenuhi kebutuhan para santri. Di sisi lain, jumlah santri yang tinggal dan belajar di pesantren ini sudah mencapai lebih dari 100 orang. Dengan jumlah santri yang cukup banyak tersebut, kebutuhan terhadap fasilitas yang layak dan memadai tentu menjadi hal yang sangat penting untuk menunjang aktivitas mereka sehari-hari,” ungkap relawan Amal Mulia.

MCK ini pun hanya beralas lantai dan atap asbes seadanya yang sangat riskan jika tidak segera diperbaiki. Selain itu, kebutuhan air bersih pun sangat diperlukan untuk kegiatan sehari-hari para santri terutama saat akan menunaikan ibadah. Maka, LAZ Assyifa Peduli bersama Amal Mulia berkolaborasi untuk menyediakan fasilitas MCK dan juga kebutuhan air bersih di Ponpes Nurul Ikhlas, Aceh Timur.

Beliau kembali memaparkan bahwa kondisi pesantren sebelum maupun setelah bencana tidak jauh berbeda karena dibangun secara bertahap menggunakan dana pribadi.

“Pada dasarnya, kondisi pesantren sebelum maupun setelah bencana tidak jauh berbeda, karena sejak awal pesantren ini dibangun dan dikembangkan secara bertahap menggunakan dana pribadi dari pimpinan pesantren. Selama ini, belum ada bantuan dari pihak luar yang secara khusus mendukung pembangunan dan pengembangan fasilitas pesantren,” tambahnya.

Sementara itu, pascabencana kondisi akses semakin normal. Hal ini sangat berbeda ketika bencana terjadi beberapa waktu lalu.

“Untuk kondisi akses saat ini, alhamdulillah sudah kembali normal dan relatif mudah untuk dijangkau. Namun, ketika bencana terjadi, situasinya sangat berbeda. Para santri dan pengurus tidak dapat beraktivitas atau pergi ke luar kawasan pesantren dan terpaksa bertahan serta berdiam diri di lingkungan pesantren hingga kondisi kembali memungkinkan,” imbuh relawan.

Pengurus pesantren menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh donatur LAZ Assyifa Peduli yang telah memberikan donasi bencana Sumatera untuk Ponpes Nurul Ikhlas.

“Pengurus pesantren menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para donatur dan seluruh pihak yang telah memberikan perhatian serta bantuan. Selama ini, belum pernah ada pihak yang datang secara langsung dengan inisiatif sendiri untuk melihat kondisi pesantren dan memberikan bantuan tanpa sebelumnya diminta ataupun melalui pengajuan proposal. Karena itu, kehadiran LAZ Asyifa Peduli dan Yayasan Amal Mulia menjadi sesuatu yang sangat berarti bagi mereka,” ungkapnya.

Mewakili pengurus dan para santri, relawan Amal Mulia yang berada di lapangan menyampaikan bahwa perhatian dan kepedulian yang diberikan sangat berarti melalui Peduli Bencana Sumatera ini.

“Kami disambut hangat dan pimpiman pesantren beserta para santri menyampaikan bahwa Program Peduli Bencana Sumatera ini bukan hanya tentang bantuan secara materi, tetapi juga menjadi bukti bahwa masih ada orang-orang yang peduli dan hadir melihat langsung kondisi mereka. Semoga kebaikan ini menjadi amal jariyah bagi seluruh donatur dan pihak yang terlibat, serta Allah memberikan keberkahan dan balasan terbaik atas setiap bantuan yang diberikan,” tuturnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian sekecil apa pun dapat memberikan arti besar bagi mereka yang sedang berusaha bangkit setelah bencana.

Mengapa Pesantren Perlu Mendapat Perhatian dalam Pemulihan Bencana?

Di pesantren, santri belajar, tinggal, beribadah, dan mengikuti pembinaan setiap hari. Karena itu, kondisi fasilitas pesantren sangat berkaitan dengan keberlangsungan pendidikan dan kehidupan para santri. Maka, Program Peduli Bencana Sumatera ini hadir untuk memberikan fasilitas pendidikan yang layak.

Pada Pondok Pesantren Nurul Ikhlas, kondisi bangunannya masih cukup memprihatinkan. Sebagian besar bangunan masih berupa bangunan semi permanen dengan material papan. Sementara itu, fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) yang tersedia juga belum memadai. Padahal, pesantren tersebut kini menjadi tempat tinggal sekaligus tempat menuntut ilmu bagi lebih dari 100 santri.

Jumlah tersebut menunjukkan betapa pentingnya ketersediaan fasilitas yang aman, sehat, dan memadai untuk mendukung aktivitas mereka sehari-hari. Dengan jumlah santri yang cukup banyak, pembangunan kembali pesantren melalui program Peduli Bencana Sumatera menjadi kebutuhan yang semakin mendesak.

Baca Juga: Sinergi LAZ Assyifa Peduli dan Institut As-Syifa Perkuat Kapasitas Kewirausahaan UMKM

Baca Juga: Beasiswa Yatim Assyifa Peduli, Mengantarkan Widya Meraih Mimpi hingga Wisuda

Kolaborasi Assyifa Peduli dan Amal Mulia untuk Peduli Bencana Sumatera

Kolaborasi Assyifa Peduli dan Amal Mulia melalui Program Peduli Bencana Sumatera menjadi bagian dari ikhtiar untuk membantu pesantren bangkit dan memiliki fasilitas yang lebih baik. Dukungan tersebut diarahkan pada pembangunan kembali pesantren sebagai bagian dari pemulihan jangka panjang di wilayah terdampak bencana Sumatera.

Pembangunan kembali pesantren melalui program Peduli Bencana Sumatera menjadi bagian penting dari upaya peduli bencana Sumatera. Ketika fasilitas pendidikan dibangun dengan lebih layak, yang dipulihkan bukan hanya bangunan fisik, tetapi juga keberlanjutan pendidikan generasi yang akan datang. Lebih dari 100 santri yang saat ini menuntut ilmu di pesantren tersebut memiliki harapan untuk dapat belajar dan tinggal dalam lingkungan yang lebih aman dan nyaman.

Karena itu, dukungan para donatur menjadi bagian dari perjalanan panjang pemulihan tersebut. Bantuan yang diberikan untuk pembangunan pesantren bukan sekadar bantuan fisik. Di dalamnya terdapat ikhtiar untuk menjaga keberlangsungan pendidikan, pembinaan akhlak, dan perjalanan para santri dalam mempelajari serta menghafal Al-Qur’an.

Setiap dukungan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan ruang belajar yang lebih layak, fasilitas sanitasi yang lebih baik, sekaligus lingkungan pesantren yang mendukung para santri dalam menuntut ilmu.

Bagi Assyifa Peduli dan Amal Mulia, kepedulian terhadap bencana tidak berhenti pada masa tanggap darurat. Pemulihan adalah perjalanan panjang yang membutuhkan kebersamaan. Ketika sebuah pesantren dibangun kembali, ada masa depan lebih dari seratus santri yang ikut dijaga. Ketika ruang belajar diperbaiki, ada kesempatan bagi generasi muda untuk terus menuntut ilmu. Dan ketika fasilitas pesantren dibuat lebih layak, ada harapan yang kembali tumbuh setelah bencana.

Karena itu, peduli bencana Sumatera bukan hanya tentang memberikan bantuan ketika musibah terjadi. Lebih dari itu, kepedulian berarti hadir menemani masyarakat hingga mereka mampu bangkit dan kembali menata kehidupan.

Dengan Peduli Bencana Sumatera, mari hadirkan kembali harapan. Semoga setiap rupiah yang dititipkan para donatur menjadi amal jariyah, menjadi bagian dari setiap ayat yang dipelajari, setiap ilmu yang diajarkan, dan setiap kebaikan yang kelak lahir dari para santri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

twenty − 9 =