• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Info Terbaru
Program Guru Ngaji LAZ Assyifa Peduli Perkuat Pembinaan dan Kompetensi Lebih dari 200 Guru Ngaji

Program Guru Ngaji LAZ Assyifa Peduli Perkuat Pembinaan dan Kompetensi Lebih dari 200 Guru Ngaji

SubangProgram Guru Ngaji yang diinisiasi LAZ Assyifa Peduli bersama Ummahat As-Syifa melalui Departemen Syiar dan Pembinaan kembali diwujudkan melalui kegiatan silaturahmi sebagai upaya memperkuat pembinaan guru ngaji sekaligus meningkatkan kualitas dakwah Al-Qur’an di tengah masyarakat. Kegiatan tersebut diselenggarakan pada Sabtu (1/8) di Aula Mubarok Komplek Yayasan As-Syifa Al-Khoeriyyah.


Melalui program guru ngaji ini, para peserta mendapatkan pembinaan, penguatan kompetensi, serta kesempatan untuk saling berbagi pengalaman dalam menghadapi tantangan mengajar Al-Qur’an di era digital. Kegiatan ini menjadi wujud komitmen LAZ Assyifa Peduli dalam mendukung guru ngaji sebagai ujung tombak pendidikan Al-Qur’an dan pembentukan karakter generasi di tengah masyarakat.

Guru Ngaji Memiliki Peran Strategis dalam Membangun Generasi Qurani

Penanggung jawab kegiatan, Wafa Khalida Fauzia, S.Pd., menjelaskan bahwa program guru ngaji tidak hanya berfokus pada kegiatan silaturahmi, tetapi juga menjadi wadah pembinaan berkelanjutan untuk meningkatkan kapasitas para pendidik Al-Qur’an agar mampu menjawab tantangan zaman.

“Guru ngaji memiliki peran penting dalam membentuk karakter masyarakat melalui pendidikan Al-Qur’an. Oleh karena itu, diperlukan wadah yang tidak hanya meningkatkan kompetensi mereka, tetapi juga mempererat ukhuwah dan membangun sinergi antar guru ngaji di wilayah binaan,” ujar Wafa.

Ia menambahkan, perkembangan teknologi dan perubahan pola kehidupan masyarakat menuntut metode pembelajaran Al-Qur’an terus beradaptasi. Selain meningkatkan kemampuan mengajar, guru ngaji juga perlu memiliki wawasan mengenai pengelolaan majelis taklim, TPA, serta strategi pembinaan santri yang efektif sehingga pembelajaran Al-Qur’an tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini.

Diikuti Lebih dari 200 Guru Ngaji dari Berbagai Wilayah

Wafa menyampaikan bahwa program guru ngaji kali ini diikuti lebih dari 200 peserta dari berbagai wilayah binaan LAZ Assyifa Peduli.

“Alhamdulillah, kegiatan Silaturahmi Guru Ngaji dihadiri oleh 151 guru ngaji informal yang berasal dari Desa Kumpay, Tambakmekar, Bunihayu, Tambakan, Jalancagak, Kasomalang, hingga Cipaku-Wanareja. Selain itu, kegiatan juga diikuti oleh 50 Guru Quran Komunitas Bimtaq UmmaQu (Ummahat Cinta Quran),” imbuhnya.

Menurutnya, tingginya antusiasme peserta menunjukkan semangat para guru ngaji untuk terus belajar, meningkatkan kompetensi, serta memperkuat jaringan dakwah demi menghadirkan pendidikan Al-Qur’an yang semakin berkualitas di lingkungan masing-masing.

Baca Juga: LAZ Assyifa Peduli Sambut Kolaborasi Konsorsium Pabrik Roti Palestina Bersama Human Initiative

Workshop Pembinaan Guru Ngaji Hadirkan Dai Nasional

Sebagai bagian dari program guru ngaji, peserta mengikuti workshop yang menghadirkan Ust. Dr. H. Gozali, Lc., M.Pd., Guru Ngaji dan Dai Nasional MUI. Materi yang disampaikan meliputi metode pembelajaran Al-Qur’an yang efektif, strategi membangun semangat belajar santri, serta penguatan peran guru ngaji dalam membina akhlak generasi muda.

“Acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi selama mengajar,” tutur Wafa.

Selain workshop, LAZ Assyifa Peduli bersama Badan Wakaf As-Syifa juga memperkenalkan berbagai program pemberdayaan umat yang dapat disinergikan bersama para guru ngaji sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat.

Tantangan Guru Ngaji Semakin Kompleks

Dalam sesi diskusi, para peserta mengungkapkan berbagai tantangan yang dihadapi guru ngaji saat ini. Salah satu tantangan terbesar adalah menurunnya minat belajar agama pada anak-anak dan remaja akibat tingginya penggunaan gawai, media sosial, dan berbagai bentuk hiburan digital. Di sisi lain, masih banyak guru ngaji yang mengajar secara sukarela dengan keterbatasan sarana pembelajaran, mulai dari mushaf Al-Qur’an, media belajar, hingga tempat belajar yang memadai.

Wafa juga menyampaikan bahwa sebagian besar guru ngaji informal belum memiliki penghasilan tetap. Banyak di antara mereka yang harus bekerja sebagai petani, buruh, maupun pedagang kecil untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sembari tetap istiqamah menjalankan perannya dalam mengajarkan Al-Qur’an kepada masyarakat. Karena itu, program guru ngaji diharapkan menjadi ruang pembinaan yang mampu memperkuat kapasitas, kesejahteraan, dan keberlanjutan dakwah para guru ngaji di wilayah binaan LAZ Assyifa Peduli.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

9 − 7 =