• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi ZIS
Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah: Pengertian, Syarat, dan Cara Menunaikannya

Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah: Pengertian, Syarat, dan Cara Menunaikannya

Sahabat Peduli, apa perbedaan zakat maal dan zakat fitrah?

Zakat merupakan salah satu ibadah yang memiliki kedudukan penting dalam Islam. Selain menjadi bentuk ketaatan kepada Allah SWT, zakat juga menjadi sarana untuk berbagi dan membantu mereka yang membutuhkan.

Dalam kehidupan sehari-hari, kita sering mendengar istilah zakat maal dan zakat fitrah. Keduanya sama-sama merupakan zakat, tetapi memiliki perbedaan dalam objek zakat, waktu pembayaran, syarat, hingga cara menghitungnya.

Lantas, apa perbedaan zakat maal dan zakat fitrah? Mari simak penjelasannya.

Apa Itu Zakat Maal?

Sebelum mengetahui perbedaan zakat maal dan zakat fitrah, alangkah lebih baik kita memahami definisi dari masing-masing amalan ini. Zakat maal adalah zakat yang dikenakan atas harta yang dimiliki oleh seorang muslim apabila telah memenuhi syarat wajib zakat.

Kata maal berarti harta. Karena itu, zakat maal berkaitan dengan harta atau kekayaan yang dimiliki seseorang, bukan sekadar berdasarkan jumlah penghasilannya.

Harta yang dapat dikenai zakat antara lain:

  • Emas dan perak.
  • Uang dan aset keuangan.
  • Harta perdagangan atau usaha.
  • Hasil pertanian.
  • Hasil peternakan.
  • Penghasilan atau pendapatan, sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Jenis harta lainnya yang memenuhi syarat wajib zakat.

Namun, tidak semua harta otomatis wajib dizakati. Ada ketentuan yang perlu diperhatikan, seperti nisab, yaitu batas minimal harta yang menyebabkan seseorang berkewajiban membayar zakat, serta haul untuk jenis harta tertentu.

Berapa Besaran Zakat Maal?

Besaran zakat maal bergantung pada jenis harta yang dimiliki dan ketentuan zakatnya. Untuk jenis harta tertentu, kadar zakat yang umum digunakan adalah 2,5% setelah harta memenuhi syarat wajib zakat.

Sebagai contoh, apabila harta yang menjadi dasar perhitungan zakat berjumlah Rp100 juta dan telah memenuhi seluruh syarat wajib zakat, maka:

2,5% × Rp100.000.000 = Rp2.500.000

Namun, perhitungan zakat maal dapat berbeda berdasarkan jenis harta dan metode perhitungan yang digunakan. Karena itu, Sahabat Peduli dapat berkonsultasi dengan amil zakat jika masih memiliki pertanyaan mengenai perhitungannya.

Apa Itu Zakat Fitrah?

Berbeda dengan zakat maal, zakat fitrah adalah zakat yang berkaitan dengan diri atau jiwa seorang muslim. Yang paling melekat, perbedaan zakat maal dan zakat fitrah terletak pada waktu menunaikannya.

Zakat fitrah wajib ditunaikan pada bulan Ramadan oleh muslim yang memenuhi syarat. Zakat ini menjadi salah satu ibadah yang menyempurnakan Ramadan sekaligus menjadi bentuk kepedulian kepada sesama.

Di Indonesia, zakat fitrah umumnya ditunaikan dalam bentuk makanan pokok berupa beras dengan kadar sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter per orang, atau dalam bentuk uang sesuai ketentuan yang berlaku di daerah masing-masing. Zakat fitrah ditunaikan pada Ramadan dan paling utama ditunaikan sebelum pelaksanaan salat Idulfitri.

Baca Juga: Pertanyaan Seputar Zakat Maal

Perbedaan Zakat Maal dan Zakat Fitrah

Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan zakat maal dan zakat fitrah:

AspekZakat MaalZakat Fitrah
PengertianZakat atas harta yang memenuhi syaratZakat atas diri/jiwa seorang muslim
Objek zakatHarta atau kekayaanSetiap jiwa yang memenuhi syarat
Syarat utamaMemenuhi ketentuan seperti nisab dan haul untuk jenis harta tertentuMuslim dan memenuhi syarat wajib zakat fitrah
Waktu pembayaranSesuai terpenuhinya syarat wajib zakat pada jenis hartaBulan Ramadan hingga sebelum salat Idulfitri
BesaranBergantung pada jenis harta; untuk jenis tertentu umumnya 2,5%Umumnya sekitar 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok per orang di Indonesia
PerhitunganBerdasarkan harta yang wajib dizakatiBerdasarkan jumlah jiwa
ContohZakat uang, emas, perdagangan, dan jenis harta lainnyaZakat fitrah untuk diri sendiri dan orang yang menjadi tanggungan sesuai ketentuan

Apakah Zakat Maal dan Zakat Fitrah Sama?

Tidak. Zakat maal dan zakat fitrah merupakan dua jenis zakat yang berbeda. Zakat maal berkaitan dengan harta yang dimiliki, sedangkan zakat fitrah berkaitan dengan diri atau jiwa seorang muslim. Keduanya juga memiliki waktu dan ketentuan yang berbeda.

Seseorang yang telah membayar zakat fitrah belum tentu telah menunaikan zakat maal. Begitu pula sebaliknya.

Misalnya, Sahabat memiliki tabungan atau harta lainnya yang telah memenuhi ketentuan wajib zakat maal. Sahabat tetap perlu menunaikan zakat maal tersebut meskipun sudah membayar zakat fitrah pada bulan Ramadan. Itulah perbedaan zakat maal dan zakat fitrah

Kapan Zakat Maal Dibayarkan?

Inilah letak paling jelas dalam menentukan perbedaan zakat maal dan zakat fitrah. Zakat maal tidak memiliki satu waktu pembayaran yang berlaku untuk seluruh jenis harta. Waktu pembayaran bergantung pada jenis harta dan kapan harta tersebut memenuhi syarat wajib zakat.

Untuk harta tertentu, terdapat ketentuan nisab dan haul, sedangkan jenis harta lainnya memiliki ketentuan tersendiri. Karena itu, penting bagi Sahabat Peduli untuk mengetahui jenis harta yang dimiliki dan memahami ketentuan zakatnya.

Kapan Zakat Fitrah Dibayarkan?

Zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan dan paling utama sebelum pelaksanaan salat Idulfitri. Pembayaran zakat fitrah lebih awal juga dapat dilakukan sesuai ketentuan fikih dan kebijakan lembaga amil zakat yang menjadi tempat Sahabat menunaikan zakat.

Untuk besaran zakat fitrah, Sahabat sebaiknya mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh otoritas keagamaan atau lembaga zakat setempat.

Zakat Maal dan Zakat Fitrah Sama-Sama Punya Nilai Sosial

Walaupun terdapat perbedaan zakat maal dan zakat fitrah, namun baik zakat maal maupun zakat fitrah memiliki dimensi ibadah dan sosial. Zakat yang ditunaikan kemudian disalurkan kepada mustahik, yaitu orang-orang yang berhak menerima zakat sesuai ketentuan syariat.

Allah SWT berfirman:

“Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka…”
(QS. At-Taubah: 103)

Ayat tersebut menunjukkan bahwa zakat tidak hanya berkaitan dengan memberikan sebagian harta, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menyucikan dan membersihkan harta serta jiwa.

Jangan Lupa Tunaikan Zakat

Setelah mengetahui perbedaan zakat maal dan zakat fitrah, jangan sampai kewajiban zakat terlewat karena kurang memahami ketentuannya.

Zakat maal ditunaikan ketika harta telah memenuhi syarat wajib zakat, sedangkan zakat fitrah ditunaikan pada bulan Ramadan sebagai kewajiban bagi muslim yang memenuhi syarat.

Mari tunaikan zakat dengan penuh kesadaran dan salurkan manfaatnya kepada mereka yang membutuhkan.

Sahabat Peduli dapat menunaikan zakat dengan mudah melalui Aksipeduli.id. Yuk, tunaikan zakat dan hadirkan manfaat untuk sesama. Karena dari zakat yang kita tunaikan, ada hak mereka yang membutuhkan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

three × 4 =