• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Info Terbaru
Hampir 2 Ton Minyak Jelantah Dikumpulkan, LAZ Assyifa Peduli Ubah Limbah Jadi Sedekah

Hampir 2 Ton Minyak Jelantah Dikumpulkan, LAZ Assyifa Peduli Ubah Limbah Jadi Sedekah

SUBANG – Hampir 2 ton minyak jelantah berhasil dikumpulkan melalui program sedekah minyak jelantah yang dijalankan LAZ Assyifa Peduli. Capaian ini menunjukkan bahwa limbah rumah tangga yang selama ini kerap dibuang begitu saja dapat dikumpulkan dan diubah menjadi sumber kebermanfaatan bagi masyarakat.

Penanggung Jawab Program, Ade Rohaman, mengatakan bahwa dengan melibatkan banyak mitra, program ini telah berjalan selama satu tahun.

“Program ini telah berjalan sejak 7 Agustus 2025. Alhamdulillah, hingga kini melibatkan 12 sekolah, 1 Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPQ), serta 1 komunitas sebagai mitra pengumpulan jelantah,” katanya.

Dalam pelaksanaannya, Ade menuturkan bahwa Assyifa Peduli menyediakan jerigen khusus kepada para mitra yang kemudian akan dilakukan penjemputan jika sudah penuh.

“Setiap Jumat, mitra mengumpulkan minyak jelantah yang berasal dari lingkungan sekolah, rumah tangga, maupun aktivitas lainnya. Minyak yang telah terkumpul kemudian dijemput oleh tim LAZ Assyifa Peduli setiap satu bulan sekali pada pekan pertama,” tuturnya.

Pada pengambilan pertama, terkumpul 152 jerigen berukuran 18 liter, sedangkan pada pengambilan kedua terkumpul 64 jerigen berukuran 18 liter.

“Secara volume, jumlah tersebut mencapai sekitar 3.888 liter minyak jelantah, yang secara keseluruhan telah mencapai hampir 2 ton berdasarkan hasil pengumpulan dan penimbangan. Dengan demikian, dalam dua kali pengambilan tersebut telah terkumpul 216 jerigen atau hampir 2 ton minyak jelantah telah dikumpulkan,” papar Ade.

“Harapan kami, masyarakat mulai melihat bahwa sedekah tidak selalu harus berupa uang. Minyak jelantah yang selama ini mungkin dibuang begitu saja ternyata dapat menjadi sumber pahala dan kebermanfaatan,” ujar Ade.

Gerakan tersebut diharapkan dapat dimulai dari rumah tangga dan berkembang menjadi gerakan bersama.

Satu rumah mungkin hanya menghasilkan sedikit minyak jelantah. Namun, jika dikumpulkan dari ratusan hingga ribuan rumah, nilainya dapat menjadi kekuatan besar untuk mendukung berbagai program sosial.

“Bayangkan jika satu rumah menyisihkan minyak jelantahnya, kemudian ribuan rumah melakukan hal yang sama. Nilainya mungkin kecil dari satu orang, tetapi ketika dikumpulkan akan menjadi kekuatan besar untuk membantu masyarakat yang membutuhkan,” lanjutnya.

Baca Juga: Kelola Dana ZIS untuk Perluas Dampak, LAZ Assyifa Peduli dan Ayasofya Center Indonesia Resmi Jalin Kerjasama

Mudah untuk Ikut Bersedekah Minyak Jelantah

Masyarakat maupun lembaga yang ingin berpartisipasi dalam program ini dapat menghubungi LAZ Assyifa Peduli untuk menjadi mitra pengumpulan minyak jelantah. Minyak jelantah cukup dikumpulkan dalam wadah yang aman dan tertutup.

Untuk mitra dengan jumlah tertentu, tim LAZ Assyifa Peduli dapat melakukan penjemputan sesuai jadwal dan mekanisme yang telah disepakati. Selain sebagai mitra pengumpulan, terbuka pula peluang kolaborasi sebagai mitra lokasi drop point maupun mitra pendukung program.

Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin banyak minyak jelantah yang dapat terselamatkan dari pembuangan sekaligus semakin besar manfaat yang dapat dihimpun untuk masyarakat.

“Karena bagi kami, jelantah bukan sekadar limbah. Jika dikelola dengan baik, jelantah bisa menjadi sedekah dan menjadi jalan hadirnya kebermanfaatan,” tegas Ade.

Melalui gerakan ini, LAZ Assyifa Peduli mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana dari rumah. Jangan buang minyak jelantah, kumpulkan dan sedekahkan. Sebab, sesuatu yang terlihat kecil ketika dilakukan bersama dapat berubah menjadi manfaat besar bagi sesama.

Hampir 2 Ton Jelantah Diubah Menjadi Kebermanfaatan

Program ini merupakan bentuk edukasi sekaligus gerakan sosial yang mengajak masyarakat melihat minyak jelantah dari sudut pandang berbeda. Capaian hampir 2 ton tersebut menjadi bukti bahwa kebiasaan sederhana mengumpulkan minyak bekas pakai dapat menghasilkan manfaat ketika dilakukan bersama-sama.

“Minyak bekas yang biasanya dibuang dan berpotensi mencemari lingkungan, kini dapat dikumpulkan dan memiliki nilai ekonomi. Hasil pengelolaannya kemudian dikonversikan menjadi manfaat bagi masyarakat melalui program-program sosial LAZ Assyifa Peduli,” imbuh Ade.

Beliau juga menjelaskan bahwa dalam pelaksanaannya, LAZ Assyifa Peduli bekerja sama dengan Rumah Sosial Kutub sebagai bagian dari pengelolaan minyak jelantah yang terkumpul.

Hasil penjualan minyak jelantah selanjutnya dihimpun sebagai bagian dari dana program sosial dan digunakan untuk mendukung berbagai program LAZ Assyifa Peduli.

“Hasil penjualan minyak ini kami himpun dan kami gunakan untuk program-program Assyifa Peduli di antaranya Beasiswa Yatim dan Dhuafa, Beasiswa Guru Peradaban, peringatan hari besar Islam (PHBI), serta penyediaan sarana sekolah,” paparnya.

Dengan mekanisme tersebut, Ade memastikan masyarakat tidak hanya membuang limbah rumah tangga secara lebih bertanggung jawab, tetapi juga turut mengubahnya menjadi sumber kebermanfaatan.

“LAZ Assyifa Peduli memastikan prosesnya dilakukan secara terukur dan transparan, mulai dari pengumpulan, penimbangan, pencatatan, hingga penjualan minyak jelantah kepada mitra. Setiap hasil penjualan kemudian dihimpun sebagai bagian dari dana program sosial dan disalurkan melalui program-program kemanusiaan yang dikelola LAZ Assyifa Peduli,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + 7 =