• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi ZIS
71,25% Umat Islam Belum Bisa Membaca Al-Qur’an, Saatnya Melahirkan Generasi yang Menebarkan Cahaya Al-Qur’an

71,25% Umat Islam Belum Bisa Membaca Al-Qur’an, Saatnya Melahirkan Generasi yang Menebarkan Cahaya Al-Qur’an

Al-Qur’an adalah pedoman hidup bagi umat Islam. Namun, ada sebuah kenyataan yang patut menjadi perhatian bersama: 72 persen umat Islam di Indonesia dikategorikan belum mampu atau belum fasih membaca Al-Qur’an berdasarkan data dari Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta.

Angka ini bukan sekadar persentase. Di baliknya ada begitu banyak saudara Muslim yang mungkin belum mengenal huruf-huruf Al-Qur’an dengan baik, belum lancar membacanya, atau masih membutuhkan bimbingan untuk dapat membaca ayat-ayat Allah dengan benar.

Padahal, Al-Qur’an seharusnya dekat dengan kehidupan setiap Muslim. Dari rumah, masjid, sekolah, hingga berbagai tempat belajar, Al-Qur’an semestinya menjadi cahaya yang menerangi kehidupan. Lalu, siapa yang akan membantu menghadirkan cahaya itu kembali?

Ketika Generasi Penghafal Qur’an Menjadi Pembawa Cahaya

Mengentaskan persoalan literasi Al-Qur’an tentu membutuhkan banyak tangan. Dibutuhkan guru-guru Qur’an yang mau mengajarkan. Dibutuhkan ruang belajar yang memadai. Dibutuhkan program pembinaan yang berkelanjutan. Dan yang tak kalah penting, dibutuhkan generasi yang memiliki kedekatan kuat dengan Al-Qur’an.

Di sinilah peran para penghafal Qur’an menjadi begitu penting.

Mereka bukan hanya menghafalkan 30 juz untuk dirinya sendiri. Mereka adalah calon guru Qur’an, pendidik, dai, pembina, dan orang-orang yang kelak dapat membawa Al-Qur’an lebih dekat kepada masyarakat. Bayangkan jika semakin banyak penghafal Qur’an lahir dari berbagai penjuru negeri. Mereka tumbuh dengan Al-Qur’an, kemudian mengajarkannya kepada anak-anak. Mereka membimbing orang tua yang ingin kembali belajar membaca Al-Qur’an. Mereka hadir di masjid-masjid, sekolah, pesantren, dan lingkungan masyarakat.

Dari satu penghafal Qur’an, bisa lahir puluhan bahkan ratusan orang yang kembali dekat dengan Al-Qur’an. Dari satu generasi penjaga Al-Qur’an, lahir generasi yang mengenal, membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.

Melahirkan Penghafal Qur’an Adalah Menyiapkan Cahaya untuk Negeri

Karena itu, perjuangan melahirkan penghafal Qur’an sesungguhnya bukan hanya tentang membantu seorang santri menyelesaikan hafalannya.

Ada cita-cita yang jauh lebih besar.

Yaitu menghadirkan lebih banyak orang yang mampu membawa Al-Qur’an ke tengah masyarakat. Para santri yang hari ini sedang duduk menghafalkan ayat demi ayat, kelak bisa menjadi guru yang mengajarkan huruf demi huruf kepada mereka yang belum mampu membaca Al-Qur’an.

Mereka yang hari ini dibantu untuk menyelesaikan pendidikan, kelak dapat membantu orang lain menemukan jalan menuju Al-Qur’an.

Kebaikan itu terus bergerak. Dari penghafal Qur’an, lahir pengajar Qur’an. Dari pengajar Qur’an, lahir orang-orang yang mampu membaca Al-Qur’an. Dan dari semakin banyak orang yang mampu membaca Al-Qur’an, insyaa Allah akan tumbuh generasi yang semakin dekat dengan kitab sucinya.

Baca Juga: Al-Qur’an Mengantarkan Zakia pada Orang-Orang Baik, Kisah Penghafal Qur’an Asal Riau

Menjadi Orang Tua Asuh, Ikut Melahirkan Penghafal Qur’an yang Mampu Masyarakat Membaca Al-Qur’an

Untuk mewujudkan cita-cita besar tersebut, kita membutuhkan lebih banyak orang yang mau membersamai perjalanan para santri.

Melalui Program Orang Tua Asuh Penghafal Qur’an, Sahabat Peduli dapat mengambil bagian dalam memenuhi kebutuhan pendidikan dan kehidupan santri agar mereka dapat fokus belajar dan menghafalkan Al-Qur’an.

Mungkin hari ini kita hanya membantu satu santri.

Tetapi kita tidak pernah tahu, sejauh apa Allah mengembangkan manfaat dari kebaikan tersebut. Bisa jadi, santri yang kita dukung hari ini kelak menjadi seorang guru Qur’an. Ia mengajarkan Al-Qur’an kepada puluhan anak.

Anak-anak itu kemudian mengajarkannya kembali kepada keluarga dan lingkungannya. Lalu lahirlah generasi demi generasi yang semakin dekat dengan Al-Qur’an.

Satu dukungan hari ini, insyaa Allah dapat menjadi awal dari lahirnya banyak cahaya di masa depan.

Mari Lahirkan Lebih Banyak Penghafal Qur’an

Masih ada pekerjaan besar yang harus kita selesaikan bersama. Ketika masih banyak umat Islam yang belum mampu membaca Al-Qur’an, kita tidak cukup hanya merasa prihatin.

Kita perlu mengambil bagian. Mari bantu para santri penghafal Qur’an agar mereka dapat terus belajar, menghafal, dan tumbuh menjadi generasi penjaga kalamullah. Sebab, mungkin kita tidak bisa mengajarkan Al-Qur’an kepada seluruh negeri. Tetapi kita bisa membantu melahirkan orang-orang yang kelak mengajarkan Al-Qur’an kepada negeri ini.

Sahabat Peduli, jadilah Orang Tua Asuh Penghafal Qur’an. Membersamai satu santri hari ini.

Melahirkan seorang penghafal Qur’an di kemudian hari. Dan insyaa Allah, melalui mereka, cahaya Al-Qur’an akan terus menyebar dari satu hati ke hati lainnya, dari satu generasi ke generasi berikutnya, hingga semakin banyak umat Islam yang mampu membaca dan mencintai Al-Qur’an.

Mari lahirkan lebih banyak penghafal Qur’an. Mari bersama tebarkan cahaya Al-Qur’an ke seluruh negeri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

fifteen − five =