
Kesalahan-Kesalahan Fatal Saat Berqurban yang Sering Diabaikan
Menjelang Idul Adha, umat muslim bersiap untuk menunaikan ibadah mulia yaitu berqurban. Namun, dalam praktiknya masih terdapat kesalahan fatal saat berqurban yang dilakukan.
Ibadah qurban merupakan syariat agung yang disyariatkan bagi umat Nabi Muhammad SAW yang mampu. Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berqurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)
Melalui artikel ini, kami akan membahas berbagai kesalahan fatal saat berqurban yang sering terjadi di masyarakat beserta tips agar ibadah qurban berjalan sah, amanah, dan penuh keberkahan. Kesalahan fatal saat berqurban ini bisa mengurangi bahkan menggugurkan pahala qurban. Dengan memahami panduan ini, diharapkan Sahabat dapat menjalankan qurban dengan lebih tenang, benar, dan sesuai tuntunan Islam. Berikut adalah kesalahan-kesalahan fatal saat berqurban yang sering terjadi.
Kesalahan Fatal Saat Berqurban
1. Niat yang Salah: Bukan karena Allah, Tapi karena Tradisi atau Gengsi
Banyak orang berqurban hanya karena mengikuti tradisi keluarga, gengsi sosial, atau kebiasaan tahunan tanpa menghadirkan niat ikhlas karena Allah.
Dalil Ancaman:
Rasulullah SAW bersabda:
إِنَّمَا الْأَعْمَالُ بِالنِّيَّاتِ، وَإِنَّمَا لِكُلِّ امْرِئٍ مَا نَوَى
“Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkan.” (HR. Bukhari & Muslim)
Jika niatnya bukan karena Allah, maka qurbannya tidak bernilai ibadah, melainkan hanya sekadar pemotongan hewan biasa.
2. Memilih Hewan Qurban yang Cacat
Kesalahan umum adalah membeli hewan qurban dengan harga murah tanpa memperhatikan kriteria sehat dan sempurna. Padahal syarat hewan qurban sangat ketat.
Rasulullah SAW bersabda:
أَرْبَعٌ لَا تَجُوزُ فِي الْأَضَاحِي: الْعَوْرَاءُ الْبَيِّنُ عَوَرُهَا، وَالْمَرِيضَةُ الْبَيِّنُ مَرَضُهَا، وَالْعَرْجَاءُ الْبَيِّنُ ظَلْعُهَا، وَالْكَسِيرُ الَّتِي لَا تُنْقِي
“Empat jenis hewan yang tidak sah dijadikan kurban: (1) yang buta jelas matanya, (2) yang sakit jelas sakitnya, (3) yang pincang jelas pincangnya, dan (4) yang sangat kurus hingga tidak berlemak.” (HR. Abu Daud & Tirmidzi)
Hewan yang cacat ringan (seperti patah tanduk yang tidak sampai sumsum atau sobek telinga yang tidak terlalu besar) masih diperbolehkan menurut sebagian ulama, namun sebaiknya memilih yang paling sempurna.
3. Menyembelih Sebelum Shalat Id
Sebagian orang di pedesaan masih ada yang menyembelih qurban sebelum shalat Idul Adha. Ini adalah kesalahan fatal karena menyalahi tuntunan Nabi.
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلَاةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلَاةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ
“Barangsiapa menyembelih sebelum shalat, maka sesungguhnya dia menyembelih untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyembelih setelah shalat, maka sempurnalah ibadah qurbannya dan ia telah sesuai dengan sunnah kaum muslimin.” (HR. Bukhari)
Waktu penyembelihan yang sah adalah setelah shalat Idul Adha hingga terbenam matahari pada hari tasyrik (11, 12, 13 Dzulhijjah).
Baca Juga: Ketentuan Sohibul Qurban dalam Islam
4. Menyerahkan Semua Daging kepada Penerima Qurban
Ada yang berqurban lalu semua dagingnya diberikan kepada fakir miskin, padahal yang disunnahkan adalah memakan sebagian, menghadiahkan sebagian, dan bersedekah sebagian.
Allah SWT berfirman:
فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْبَائِسَ الْفَقِيرَ
“Maka makanlah sebagian darinya dan berilah makan orang yang sengsara lagi fakir.” (QS. Al-Hajj: 28)
Rasulullah SAW bersabda tentang daging qurban:
كُلُوا وَادَّخِرُوا وَتَصَدَّقُوا
“Makanlah, simpanlah, dan bersedekahlah.” (HR. Muslim)
Meninggalkan sunnah memakan daging qurban berarti menyelisihi tuntunan Nabi.
5. Membayar Jasa Pemotongan dengan Daging Qurban
Kesalahan lain yang masih sering terjadi adalah memberikan upah tukang potong berupa daging qurban. Ini tidak diperbolehkan karena daging qurban harusnya untuk dimakan, disimpan, atau disedekahkan, bukan untuk upah kerja.
Ali bin Abi Thalib RA berkata:
أَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقُومَ عَلَى بُدْنِهِ، وَأَنْ أَتَصَدَّقَ بِلَحْمِهَا وَجُلُودِهَا، وَأَنْ لَا أُعْطِيَ الْجَزَّارَ مِنْهَا شَيْئًا
“Rasulullah SAW memerintahkanku untuk mengurus unta qurbannya, dan aku bersedekah dengan daging dan kulitnya, dan aku tidak memberi apapun kepada tukang jagal (jagal) darinya.” (HR. Bukhari & Muslim)
Jika tukang potong diberi daging, itu adalah sedekah tersendiri, bukan sebagai upah.
6. Mencukur Rambut atau Memotong Kuku Setelah Tanggal 1 Dzulhijjah hingga Penyembelihan
Bagi orang yang hendak berqurban, disunnahkan untuk tidak mencukur rambut dan memotong kuku sejak tanggal 1 Dzulhijjah hingga hewannya disembelih. Larangan ini sering dilalaikan.
Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا رَأَيْتُمْ هِلَالَ ذِي الْحِجَّةِ وَأَرَادَ أَحَدُكُمْ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلْيُمْسِكْ عَنْ شَعْرِهِ وَأَظْفَارِهِ
“Apabila kalian melihat hilal Dzulhijjah dan salah seorang di antara kalian ingin berqurban, maka hendaklah ia menahan diri dari (mencukur) rambut dan kukunya.” (HR. Muslim)
Ini bukan kesalahan fatal saat berqurban yang membatalkan, namun mengurangi kesempurnaan sunnah.
7. Lupa Menyebut Nama Allah dan Takbir Saat Menyembelih
Sebagian orang menyembelih tanpa mengucap “Bismillah, Allahu Akbar” dengan lupa atau sengaja.
Allah SWT berfirman:
فَكُلُوا مِمَّا ذُكِرَ اسْمُ اللَّهِ عَلَيْهِ إِنْ كُنْتُمْ بِآيَاتِهِ مُؤْمِنِينَ
“Maka makanlah dari apa yang (disembelih) disebut nama Allah, jika kamu beriman kepada ayat-ayat-Nya.” (QS. Al-An’am: 118)
Jika sengaja meninggalkan basmalah, maka sembelihan itu haram dimakan menurut mayoritas ulama.
Qurban Sesuai Syariat Melalui Lembaga Terpercaya
Ibadah qurban adalah momen mulia untuk mendekatkan diri kepada Allah. Agar ibadah kita sah dan diterima, hindarilah kesalahan-kesalahan fatal saat berqurban yang telah dijelaskan di atas. Perbaiki niat, pilih hewan terbaik, sembelih setelah shalat Id, makan sebagian dagingnya, jangan beri upah jagal dari daging qurban, jaga rambut dan kuku sejak 1 Dzulhijjah, serta selalu menyebut nama Allah saat menyembelih.
Menjalankan ibadah qurban sesuai syariat adalah bentuk ketaatan dan kepedulian yang menghadirkan keberkahan, baik bagi yang berqurban maupun penerima manfaatnya. Karena itu, penting memilih lembaga terpercaya yang amanah dalam pengelolaan dan penyaluran hewan qurban agar ibadah semakin tenang dan bermakna, serta sesuai syariat, menghindari kesalahan fatal saat berqurban.
Insyaa Allah, melalui Assyifa Peduli qurban Sahabat akan terhindar dari kesalahan fatal saat berqurban. Mari menjadi bagian dari kebaikan bersama LAZ Assyifa Peduli. Hindari kesalahan fatal saat berqurban dan titipkan qurban terbaik Sahabat melalui program qurban Assyifa Peduli untuk membantu menghadirkan kebahagiaan hingga pelosok negeri dan daerah yang membutuhkan. InsyaAllah, qurban Sahabat akan disalurkan secara tepat sasaran, sesuai syariat, dan penuh kebermanfaatan.
Qurban di sini sekarang!