
Sejarah Qurban dalam Islam dan Hikmahnya
Sejarah qurban dalam Islam berakar dari kisah Nabi Ibrahim dan putranya Nabi Ismail, ketika Allah menguji ketaatan Nabi Ibrahim dengan perintah untuk menyembelih anak yang sangat dicintainya. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ismail pun bersedia menjalankan perintah tersebut sebagai bentuk kepatuhan kepada Allah. Namun, sebelum penyembelihan terjadi, Allah menggantinya dengan seekor domba sebagai bukti bahwa keduanya telah lulus ujian keimanan. Peristiwa ini kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah qurban dalam Islam, yang dilaksanakan setiap tanggal 10 Dzulhijjah pada hari raya Idul Adha, sebagai simbol ketaatan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama.
Dengan memahami sejarah qurban, umat Islam dapat mengambil pelajaran berharga tentang ketakwaan, keikhlasan, dan pentingnya berbagi kepada sesama. Namun, selain kisah dari Nabi Ibrahim dan Ismail, sejarah qurban juga memiliki asal usul sebagai berikut:
Sejarah Qurban dari Kisah Teladan Nabi
Asal Usul Qurban dalam Kisah Nabi Adam AS
Sejarah qurban sebenarnya telah ada sejak masa awal kehidupan manusia, yaitu pada kisah dua putra Nabi Adam AS, Habil dan Qabil. Dalam kisah tersebut, keduanya diperintahkan oleh Allah SWT untuk mempersembahkan qurban sebagai bentuk pengabdian kepada-Nya.
Habil mempersembahkan hewan ternak terbaik yang ia miliki dengan penuh keikhlasan, sementara Qabil mempersembahkan hasil pertanian yang kurang baik dan tanpa ketulusan. Allah SWT menerima qurban dari Habil karena keikhlasannya, sedangkan qurban Qabil tidak diterima.
Kisah ini dijelaskan dalam Al-Qur’an:
“Sesungguhnya Allah hanya menerima (amal) dari orang-orang yang bertakwa.”
(QS. Al-Ma’idah: 27)
Peristiwa ini menunjukkan bahwa sejak awal sejarah manusia, Allah telah mengajarkan pentingnya ketulusan dalam beribadah.
Kisah Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS
Sejarah qurban yang paling dikenal dalam Islam berkaitan dengan kisah Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Kisah ini menjadi dasar utama disyariatkannya ibadah kurban bagi umat Islam.
Nabi Ibrahim AS mendapat perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya sebagai bentuk ujian keimanan. Perintah tersebut tentu sangat berat bagi seorang ayah. Namun, Nabi Ibrahim tetap berusaha melaksanakan perintah Allah dengan penuh ketaatan.
Ketika Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail, putranya justru menunjukkan sikap yang luar biasa dengan penuh keikhlasan menerima perintah tersebut.
Allah SWT mengabadikan dialog mereka dalam Al-Qur’an:
“Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa keduanya telah lulus dari ujian keimanan dan ketaatan.
Sejak saat itulah, ibadah qurban menjadi syariat yang dilaksanakan oleh umat Islam setiap tahun sebagai bentuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS dan itulaj awal sejarah qurban dilaksanakan.
Disyariatkannya Qurban bagi Umat Islam
Dalam Islam, ibadah qurban disyariatkan untuk dilaksanakan pada tanggal 10 Dzulhijjah, yaitu pada Hari Raya Iduladha, serta pada hari-hari tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah).
Perintah untuk melaksanakan qurban juga disebutkan dalam Al-Qur’an:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa qurban merupakan salah satu bentuk ibadah yang dianjurkan bagi umat Islam yang memiliki kemampuan. Selain sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT, qurban juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial antar sesama manusia.
Baca Juga: Apa Itu Qurban? Pengertian, Hukum, dan Maknanya dalam Islam
Hikmah Ibadah Qurban
Ibadah qurban memiliki banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil oleh umat Islam.
1. Mengajarkan Keikhlasan dalam Beribadah
Qurban mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan dengan niat yang tulus karena Allah SWT. Nilai utama dari qurban bukanlah hewan yang disembelih, tetapi ketakwaan orang yang melaksanakannya.
2. Meneladani Ketakwaan Nabi Ibrahim AS
Melalui ibadah qurban, umat Islam diingatkan untuk meneladani sikap Nabi Ibrahim AS yang rela mengorbankan sesuatu yang sangat dicintainya demi menjalankan perintah Allah SWT.
3. Menumbuhkan Kepedulian Sosial
Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada fakir miskin. Hal ini menjadikan qurban sebagai bentuk ibadah yang memperkuat solidaritas dan rasa kebersamaan.
4. Mengajarkan Nilai Pengorbanan
Qurban juga mengajarkan bahwa dalam kehidupan, manusia harus siap berkorban demi kebaikan dan kemaslahatan yang lebih besar.
5. Menumbuhkan Rasa Syukur
Melalui qurban, umat Islam diingatkan untuk mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT dengan cara berbagi kepada orang lain.
Qurban Tahun ini di Assyifa Peduli
Sejarah Qurban dalam Islam mengandung pelajaran yang sangat berharga tentang keimanan, keikhlasan, dan pengorbanan. Mulai dari kisah Habil dan Qabil hingga keteladanan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS, semua mengajarkan bahwa Allah SWT menilai ketakwaan dan ketulusan hati manusia dalam beribadah.
Dengan memahami sejarah qurban dan hikmah ibadah ini, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan lebih penuh kesadaran dan keikhlasan. Qurban bukan hanya sekadar tradisi tahunan, tetapi merupakan sarana untuk memperkuat hubungan dengan Allah SWT sekaligus menumbuhkan kepedulian dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Maka, untuk memperkuat dan menumbuhkan kebersamaan tersebut, LAZ Assyifa Peduli menyelenggarakan qurban setiap tahunnya. Alhamdulillah, ribuan penerima manfaat telah merasakan kehangatan Iduladha melalui kedermawanan Shohibul Qurban Assyifa Peduli. Tahun, ini kami mengajak Sahabat untuk kembali berqurban melalui Assyifa Peduli.
Qurban di Assyifa Peduli bukan sekadar ibadah tahunan atau memperingati sejarah qurban saja, tetapi menjadi gerakan kebaikan yang menjangkau lebih luas, hingga pelosok negeri dan lintas batas. Melalui program-program yang terencana dan amanah, setiap hewan qurban yang dititipkan oleh para donatur disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan, menghadirkan kebahagiaan dan harapan di hari raya. Dari pedalaman hingga wilayah terdampak krisis, qurban menjadi jembatan kepedulian yang menyatukan umat dalam semangat berbagi.
Dengan berqurban melalui Assyifa Peduli, setiap langkah kebaikan terasa lebih bermakna. Bukan hanya tentang menyembelih hewan, tetapi juga tentang menumbuhkan empati, mempererat ukhuwah, dan menghadirkan senyum bagi saudara-saudara kita. Mari jadikan momen qurban sebagai kesempatan untuk menebar manfaat yang lebih luas, karena sejatinya, setiap tetes kebaikan akan kembali sebagai keberkahan yang tak terhingga.
Yuk qurban di Assyifa Peduli dengan klik di sini.