
“Duka yang Tertahan di Pintu Rumah Sakit, Hingga Uluran Tangan Membebaskan Segalanya” Duka itu belum selesai… bahkan sempat tertahan.
“Duka yang Tertahan di Pintu Rumah Sakit, Hingga Uluran Tangan Membebaskan Segalanya”
Duka itu belum selesai… bahkan sempat tertahan.
Almarhum Bapak Taufik, warga Desa Tambakmekar, harus menghadap Allah SWT dalam kondisi yang begitu mengharukan. Setelah lama berjuang melawan penyakit diabetes dan lainnya, beliau wafat di rumah sakit. Namun ujian belum berhenti di sana.
Jenazah beliau sempat tidak bisa dibawa pulang…
Bukan karena tak ada keluarga yang menjemput,
tapi karena keterbatasan biaya.
Tunggakan rumah sakit sebesar Rp5 juta menjadi penghalang terakhir bagi keluarga untuk memakamkan orang tercinta dengan layak.
Di tengah kesedihan yang mendalam, hadir kepedulian dari Pemerintah Desa Tambakmekar yang bergerak cepat membantu. Alhamdulillah, dengan jaminan KTP, jenazah akhirnya bisa dibawa pulang dan dimakamkan dengan baik.
Tak berhenti di situ, upaya terus dilakukan agar biaya tersebut bisa ditanggung pemerintah melalui pengurusan ke dinas terkait.
Sebagai bentuk kepedulian, Assyifa Peduli turut hadir memberikan bantuan dana kerahiman sebesar Rp1.000.000 untuk keluarga yang ditinggalkan.
Mungkin tak seberapa,
namun semoga menjadi penguat di tengah duka…
Karena sejatinya, kepedulian kecil bisa berarti besar bagi mereka yang sedang diuji.
Mari kita terus jaga hati untuk peduli,
karena bisa jadi hari ini kita membantu,
dan esok kita yang membutuhkan.
#AssyifaPeduli #PeduliSesama #Kemanusiaan #GotongRoyong #Tambakmekar
Alm. Pa Ade Tatang Taufik warga Tambakmaker yang sempat tertahan Jeazahnya di RSUD Subang