
Zakat Saham: Pengertian, Hukum, Nisab, dan Cara Menghitungnya
Saham kini menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mengembangkan harta. Selain berpotensi memberikan keuntungan melalui kenaikan harga saham dan dividen, kepemilikan saham juga perlu diperhatikan dari sisi kewajiban zakat. Lantas, apakah saham wajib dizakati? Bagaimana hukum zakat saham dan cara menghitungnya?
Memahami ketentuan zakat ini penting agar investasi yang kita lakukan tidak hanya memberikan manfaat secara finansial, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga keberkahan harta.
Apa Itu Zakat Saham?
Zakat saham adalah zakat yang dikeluarkan atas kepemilikan saham yang telah memenuhi syarat wajib zakat, seperti mencapai nisab dan haul sesuai ketentuan yang berlaku.
Perhitungannya dapat berbeda tergantung pada tujuan seseorang memiliki saham. Saham yang dimiliki untuk diperdagangkan memiliki perlakuan yang berbeda dengan saham yang dibeli untuk investasi jangka panjang dan memperoleh dividen.
Oleh karena itu, sebelum menghitung zakat saham, penting untuk mengetahui tujuan kepemilikan saham tersebut.
Apakah Saham Wajib Dizakati?
Saham termasuk harta yang dapat dikenai zakat apabila telah memenuhi syarat-syarat wajib zakat.
Secara umum, saham dapat dikenakan zakat karena memiliki nilai ekonomi dan dapat memberikan keuntungan bagi pemiliknya. Ketika nilai kepemilikan saham telah mencapai nisab zakat dan memenuhi ketentuan lainnya, maka zakat wajib dikeluarkan. Hal ini merupakan bagian dari prinsip bahwa dalam harta yang kita miliki terdapat hak orang lain yang membutuhkan.
Hukum Zakat Saham
Hukum zakat ini pada dasarnya wajib bagi saham yang memenuhi ketentuan zakat. Ketentuan zakat saham di Indonesia juga telah dibahas oleh lembaga dan ulama yang berwenang dalam bidang zakat. Salah satu rujukan yang digunakan adalah ketentuan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) mengenai zakat saham.
Karena itu, seorang Muslim yang memiliki saham perlu memperhatikan nilai dan jenis kepemilikannya agar dapat menentukan kewajiban zakat dengan tepat.
Berapa Nisab Zakat Saham?
Nisab zakat saham pada prinsipnya mengacu pada nisab zakat maal, yaitu senilai 85 gram emas.
Jika nilai harta yang wajib dizakati telah mencapai nisab tersebut dan memenuhi ketentuan haul, maka zakat yang dikeluarkan umumnya sebesar 2,5 persen.
Namun, dalam praktik perhitungan zakat saham, nilai saham yang menjadi dasar perhitungan perlu diperhatikan sesuai dengan karakter kepemilikan saham tersebut.
Untuk mengetahui apakah saham yang Sahabat miliki sudah mencapai nisab, nilai kepemilikan dapat dibandingkan dengan harga emas yang berlaku saat perhitungan zakat.
Rumus sederhana nisab zakat saham:
Nisab = 85 gram emas × harga emas per gram
Sebagai contoh, jika harga emas saat menghitung zakat adalah Rp1.500.000 per gram, maka:
85 × Rp1.500.000 = Rp127.500.000
Artinya, nisab pada contoh tersebut adalah Rp127,5 juta.
Catatan: harga emas dapat berubah, sehingga nilai nisab juga berubah mengikuti harga emas saat zakat dihitung.
Berapa Persen Zakat Saham?
Besaran zakat saham umumnya adalah 2,5 persen dari nilai harta yang menjadi dasar perhitungan zakat.
Namun, cara menentukan nilai yang dizakati dapat berbeda berdasarkan tujuan kepemilikan saham.
Secara sederhana, saham dapat dibedakan menjadi dua kondisi:
- Saham yang dimiliki untuk diperjualbelikan atau trading.
- Saham yang dimiliki sebagai investasi jangka panjang untuk memperoleh dividen.
Keduanya perlu diperhatikan karena metode perhitungannya dapat berbeda.
Baca Juga: Zakat Hewan Ternak: Pengertian, Syarat, Jenis, dan Cara Menghitungnya
Cara Menghitung Zakat Saham
1. Zakat saham untuk trading
Jika seseorang membeli saham dengan tujuan memperjualbelikannya untuk memperoleh keuntungan, saham tersebut dapat dipandang sebagai aset perdagangan.
Nilai saham yang dimiliki pada waktu jatuh tempo zakat dapat dihitung berdasarkan nilai pasar saham tersebut.
Secara sederhana:
Zakat = 2,5% × nilai saham yang wajib dizakati
Contoh:
Sahabat memiliki saham untuk trading dengan total nilai pasar sebesar Rp200.000.000 ketika jatuh tempo zakat.
Jika nilai tersebut telah memenuhi nisab, maka:
2,5% × Rp200.000.000 = Rp5.000.000
Jadi, zakat yang perlu dikeluarkan dalam contoh tersebut adalah Rp5 juta.
2. Zakat saham untuk investasi dan memperoleh dividen
Jika saham dimiliki sebagai investasi jangka panjang dan tujuan utamanya adalah memperoleh dividen, maka perhitungan zakat dapat mempertimbangkan jenis kepemilikan serta aset perusahaan yang menjadi dasar zakat.
Dalam kondisi seperti ini, perhitungannya tidak selalu sesederhana mengalikan seluruh nilai portofolio saham dengan 2,5 persen.
Karena itu, investor sebaiknya memperhatikan ketentuan lembaga zakat atau berkonsultasi dengan amil zakat untuk mendapatkan perhitungan yang sesuai.
Contoh Perhitungan Zakat Saham
Misalnya, Fulan memiliki portofolio saham dengan nilai pasar:
Rp300.000.000
Setelah diperhitungkan, nilai tersebut telah mencapai nisab zakat dan telah memenuhi ketentuan haul.
Jika menggunakan tarif zakat sebesar 2,5 persen, maka:
2,5% × Rp300.000.000 = Rp7.500.000
Jadi, zakat saham yang perlu dikeluarkan adalah Rp7.500.000.
Perlu diperhatikan bahwa contoh tersebut merupakan ilustrasi sederhana. Perhitungan sebenarnya dapat berbeda berdasarkan tujuan kepemilikan saham dan ketentuan zakat yang digunakan.
Apakah Dividen Saham Juga Wajib Dizakati?
Dividen merupakan keuntungan yang diterima pemegang saham dari perusahaan. Ketika dividen tersebut diterima dan menjadi bagian dari harta yang dimiliki, maka perlu dilihat apakah akumulasi harta tersebut telah memenuhi ketentuan zakat.
Jika dividen digunakan atau disimpan sebagai bagian dari harta, maka perhitungannya dapat mengikuti ketentuan zakat maal atas harta yang dimiliki.
Dengan demikian, investor tidak hanya perlu memperhatikan sahamnya, tetapi juga perlu memperhatikan keuntungan atau dividen yang diperoleh.
Kapan Zakat Saham Dibayarkan?
Zakat saham dibayarkan ketika telah memenuhi syarat wajib zakat, termasuk mencapai nisab dan ketentuan haul sesuai jenis zakat yang diterapkan.
Bagi Sahabat yang memiliki saham dalam jumlah besar atau memiliki portofolio investasi yang kompleks, sebaiknya melakukan evaluasi nilai saham dan aset lainnya secara berkala.
Dengan begitu, kewajiban zakat dapat ditunaikan tepat waktu dan tidak terlewat.
Apakah Saham yang Rugi Tetap Wajib Dizakati?
Kondisi saham yang mengalami kerugian perlu dilihat dari nilai harta pada saat perhitungan zakat.
Misalnya, Sahabat membeli saham senilai Rp200 juta, tetapi pada saat jatuh tempo zakat nilai pasarnya turun menjadi Rp150 juta. Maka, nilai yang menjadi pertimbangan bukan semata-mata harga saat pertama kali membeli saham, melainkan nilai yang sesuai dengan metode perhitungan zakat yang digunakan.
Jika setelah diperhitungkan harta tersebut masih memenuhi nisab, maka kewajiban zakat tetap perlu diperhatikan.
Zakat Saham dan Zakat Penghasilan, Apakah Sama?
Zakat saham dan zakat penghasilan merupakan dua hal yang berbeda.
Zakat saham berkaitan dengan kepemilikan saham atau aset investasi yang memenuhi ketentuan zakat.
Sementara itu, zakat penghasilan berkaitan dengan pendapatan atau penghasilan yang diterima seseorang dari pekerjaan atau profesinya.
Namun, keduanya dapat menjadi bagian dari kewajiban zakat seseorang apabila masing-masing telah memenuhi ketentuannya.
Mengapa Investor Perlu Membayar Zakat Saham?
Investasi bukan hanya tentang bagaimana harta berkembang, tetapi juga bagaimana harta tersebut memberikan manfaat dan keberkahan.
Zakat mengajarkan bahwa sebagian dari harta yang kita miliki terdapat hak bagi orang-orang yang membutuhkan.
Dengan menunaikan zakat, Sahabat tidak hanya menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim, tetapi juga turut membantu mereka yang membutuhkan.
Harta bertumbuh, manfaat pun meluas.
Kesimpulan
Zakat saham wajib ditunaikan apabila saham yang dimiliki telah memenuhi ketentuan wajib zakat. Secara umum, nisab zakat saham mengacu pada nilai 85 gram emas, sedangkan kadar zakatnya adalah 2,5 persen.
Namun, cara menghitung zakat saham dapat berbeda berdasarkan tujuan kepemilikannya, apakah untuk trading atau investasi jangka panjang. Karena itu, penting bagi investor untuk memahami jenis saham yang dimiliki dan metode perhitungan yang tepat.
Jika Sahabat masih ragu mengenai cara menghitung zakat saham, jangan biarkan keraguan membuat kewajiban zakat tertunda. Konsultasikan perhitungan zakat dengan amil zakat terpercaya agar zakat yang ditunaikan sesuai dengan ketentuan syariah.
Yuk, tunaikan zakat dari harta yang kita miliki. Karena di setiap harta kita, ada hak mereka yang membutuhkan.