• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Edukasi ZIS
Keistimewaan Puasa Tasu’a dan Asyura: Amalan Sunnah Penuh Keberkahan di Bulan Muharram

Keistimewaan Puasa Tasu’a dan Asyura: Amalan Sunnah Penuh Keberkahan di Bulan Muharram

Keistimewaan Puasa Tasu’a dan Asyura

Bulan Muharram merupakan salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Di antara amalan sunnah yang paling dianjurkan pada bulan ini adalah puasa Tasu’a dan Asyura (9-10 Muharram).

Rasulullah SAW memberikan perhatian khusus terhadap puasa Asyura karena memiliki keutamaan yang sangat besar, yaitu menjadi sebab diampuninya dosa-dosa kecil selama setahun yang telah berlalu. Sementara itu, puasa Tasu’a dianjurkan sebagai bentuk penyempurna sekaligus pembeda dari tradisi puasa kaum Yahudi.

Lantas, apa saja keistimewaan puasa Tasu’a dan Asyura? Berikut penjelasannya.

Apa Itu Puasa Tasu’a dan Asyura?

Puasa Tasu’a adalah puasa sunnah yang dilaksanakan pada 9 Muharram, sedangkan puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram dalam kalender Hijriah.

Puasa Asyura telah dikenal sejak sebelum Islam. Ketika Rasulullah SAW tiba di Madinah, beliau mendapati kaum Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram sebagai bentuk rasa syukur atas keselamatan Nabi Musa AS dan Bani Israil dari kejaran Fir’aun.

Rasulullah SAW kemudian bersabda:

“Kami lebih berhak terhadap Musa daripada mereka.”

Beliau pun berpuasa pada hari itu dan memerintahkan para sahabat untuk melaksanakannya.

Keutamaan Puasa Asyura

1. Menghapus Dosa Selama Setahun yang Lalu

Inilah keutamaan terbesar dari puasa Asyura.

Rasulullah SAW bersabda:

“Puasa hari Asyura, aku berharap kepada Allah agar dapat menghapus dosa-dosa setahun sebelumnya.” (HR. Muslim)

Yang dimaksud adalah dosa-dosa kecil. Adapun dosa besar tetap membutuhkan taubat yang sungguh-sungguh kepada Allah SWT.

2. Menjadi Puasa Sunnah yang Sangat Dianjurkan

Puasa Asyura termasuk salah satu puasa sunnah yang paling utama setelah puasa di bulan Ramadan.

Rasulullah SAW sangat menjaga amalan ini karena besarnya pahala yang Allah janjikan kepada orang-orang yang mengerjakannya.

3. Meneladani Rasa Syukur Nabi Musa AS

Hari Asyura menjadi momentum kemenangan kebenaran atas kebatilan. Allah menyelamatkan Nabi Musa AS beserta pengikutnya dari kezaliman Fir’aun.

Berpuasa pada hari tersebut merupakan bentuk rasa syukur kepada Allah atas segala nikmat, pertolongan, dan keselamatan yang diberikan kepada hamba-Nya.

Mengapa Dianjurkan Berpuasa Tasu’a?

Pada awalnya Rasulullah SAW hanya berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Namun menjelang akhir hayatnya, beliau berniat menambahkan puasa sehari sebelumnya.

Beliau bersabda:

“Jika aku masih hidup hingga tahun depan, sungguh aku akan berpuasa pada hari kesembilan.” (HR. Muslim)

Dari hadis ini para ulama menjelaskan bahwa puasa Tasu’a memiliki beberapa hikmah.

1. Menyelisihi Tradisi Kaum Yahudi

Islam mengajarkan identitas ibadah yang berbeda dengan agama lain. Oleh karena itu, Rasulullah SAW menganjurkan menambah puasa pada tanggal 9 Muharram.

2. Menyempurnakan Ibadah Puasa Asyura

Dengan menggabungkan puasa tanggal 9 dan 10 Muharram, ibadah menjadi lebih sempurna sekaligus mengikuti sunnah Rasulullah SAW.

Lebih Utama Puasa Dua Hari

Mayoritas ulama menganjurkan berpuasa pada:

  • 9 Muharram (Tasu’a)
  • 10 Muharram (Asyura)

Bahkan sebagian ulama juga menganjurkan menambah puasa pada 11 Muharram agar semakin sempurna dalam menyelisihi kebiasaan kaum Yahudi.

Urutan yang paling utama adalah:

  1. Puasa 9, 10, dan 11 Muharram.
  2. Puasa 9 dan 10 Muharram.
  3. Jika tidak mampu, cukup puasa 10 Muharram.

Baca Juga: 10 Amalan Sunnah di Bulan Muharram yang Dianjurkan untuk Meraih Keberkahan

Hikmah Puasa Tasu’a dan Asyura

Selain pahala yang besar, terdapat banyak hikmah yang dapat dirasakan, di antaranya:

  • Meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.
  • Melatih kesabaran dan pengendalian diri.
  • Menghidupkan sunnah Rasulullah SAW.
  • Menumbuhkan rasa syukur atas nikmat Allah.
  • Mengingat perjuangan para nabi dalam menegakkan kebenaran.
  • Menjadi momentum memperbanyak amal saleh di bulan Muharram.

Niat Puasa Tasu’a dan Asyura

Niat Puasa Tasu’a

نَوَيْتُ صَوْمَ تَاسُوعَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma Tāsū‘ā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Tasu’a karena Allah Ta’ala.”

Niat Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ عَاشُورَاءَ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ‘Āsyūrā’a sunnatan lillāhi ta‘ālā.

Artinya:
“Saya niat puasa sunnah Asyura karena Allah Ta’ala.”

Tips Memaksimalkan Ibadah di Hari Asyura

Puasa Asyura akan semakin bermakna apabila diiringi dengan berbagai amal saleh lainnya, seperti:

  • Memperbanyak doa dan istighfar.
  • Membaca Al-Qur’an.
  • Bersedekah kepada fakir miskin dan anak yatim.
  • Menjalin silaturahmi.
  • Berdzikir dan memperbanyak shalawat.
  • Memperbanyak taubat kepada Allah SWT.

Bulan Muharram merupakan awal tahun Hijriah yang tepat untuk memperbaiki kualitas ibadah dan memperbarui semangat dalam mendekatkan diri kepada Allah.

Memaksimalkan Puasa Tasu’a dan Asyura dengan Berbagi untuk Dhuafa

Puasa Tasu’a dan Asyura bukan hanya menjadi momentum untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga kesempatan untuk memperluas manfaat bagi sesama. Di bulan Muharram yang penuh keberkahan ini, setiap amal kebaikan memiliki nilai yang begitu berarti, terlebih ketika mampu menghadirkan harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.

Masih banyak saudara-saudara dhuafa yang berjuang memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Di tengah semangat beribadah pada hari-hari istimewa ini, mari kita wujudkan rasa syukur kepada Allah dengan berbagi kepada mereka yang membutuhkan. Sebab, kebaikan yang kita salurkan bukan hanya meringankan beban, tetapi juga menjadi jembatan hadirnya kebahagiaan dan keberkahan.

Melalui Muharram Fest 1448 H, setiap donasi yang Anda titipkan akan disalurkan kepada masyarakat prasejahtera yang membutuhkan uluran tangan. Semoga setiap rupiah yang kita sisihkan menjadi amal jariyah yang terus mengalir, membuka pintu rezeki, serta menjadi salah satu sebab datangnya rahmat dan ampunan Allah SWT.

Mari jadikan puasa Tasu’a dan Asyura sebagai momentum menyempurnakan ibadah, tidak hanya dengan menahan lapar dan dahaga, tetapi juga dengan menghadirkan kepedulian bagi sesama. Karena sejatinya, kebahagiaan yang kita bagikan hari ini dapat menjadi harapan baru bagi mereka yang membutuhkan. Semoga Allah SWT menerima setiap amal ibadah dan kebaikan yang kita lakukan. Aamiin Ya Rabbal ‘Alamin.

Mari sempurnakan ibadah puasa Asyura dan Tasu’a dengan berbagi. Karena kebaikan yang kita berikan hari ini, bisa menjadi kebahagiaan bagi mereka yang menantikannya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

11 + seven =