• 0853-2059-5056
  • office@assyifapeduli.org
  • Subang, Jawa Barat, Indonesia
Penyaluran
Perjuangan Panjang Setelah Tiga Kali Operasi

Perjuangan Panjang Setelah Tiga Kali Operasi

Alhamdulillah, berkat kebaikan para donatur, Assyifa Peduli telah menyalurkan bantuan tahap awal untuk mendukung ikhtiar pengobatan Adik Ashfa, bayi yang lahir dengan kondisi Atresia Ani (tanpa lubang anus). Namun, perjuangan Ashfa masih sangat panjang dan penuh tantangan.

>> Kebutuhan Dana Operasi Sangat Besar

Operasi pertama yang dijalani Adik Ashfa membutuhkan biaya hingga Rp 46.000.000. Meskipun sebagian biaya ditanggung melalui fasilitas BPJS Kesehatan, tetap terdapat banyak kebutuhan penunjang dan biaya medis yang tidak tercover. Hingga kini, keluarga masih memiliki tunggakan biaya rumah sakit yang belum terselesaikan.

>> Kondisi Ashfa Saat Ini

Karena lahir tanpa lubang anus, Ashfa harus buang air besar melalui usus yang dikeluarkan ke permukaan perut (stoma/colostomy). Seharusnya stoma ini menggunakan kantong kolostomi medis, namun karena keterbatasan ekonomi, keluarga terpaksa membuat kantong darurat secara mandiri.

  • Dalam sehari, kantong tersebut harus diganti 3 kali,

  • Biaya kantong dan perlengkapan medis terus bertambah setiap hari,

  • Kondisi kulit di sekitar stoma sangat sensitif dan rawan infeksi apabila tidak dirawat dengan baik.

>> Sudah Menjalani 3 Operasi, Namun Masih Harus Operasi Lagi

Hingga saat ini, Ashfa telah menjalani tiga kali operasi besar. Pada salah satu tindakan pembedahan, bagian belakang tubuh Ashfa sempat sobek, sehingga dokter harus melakukan tindakan tambahan yang membuat proses operasi menjadi lebih panjang dan penuh risiko.

Menurut tim medis, Ashfa masih membutuhkan dua kali operasi lanjutan agar proses pembentukan saluran pembuangan bisa kembali normal. Operasi-operasi ini bukan hanya kompleks, tetapi juga membutuhkan biaya besar, kontrol rutin, dan perawatan berkelanjutan dalam jangka waktu panjang.

>>Perjalanan Pengobatan Masih Sangat Panjang

Setiap pekan adalah perjuangan bagi Ashfa dan keluarganya. Kontrol medis harus dilakukan secara berkala, kebutuhan kantong kolostomi harus dipenuhi setiap hari, dan kondisi kesehatan Ashfa harus terus dipantau agar tidak terjadi infeksi atau komplikasi berbahaya.

Di tengah kondisi ekonomi keluarga yang terbatas ayah bekerja sebagai penjual gorengan dan konter pulsa, beban biaya pengobatan ini menjadi sangat berat jika harus ditanggung sendiri.

Namun berkat kebaikan para donatur, harapan itu tetap terbuka.


Mari Lanjutkan Ikhtiar Kesembuhan Ashfa

Perjalanan Ashfa masih panjang. Dua kali operasi lagi menanti, kebutuhan harian stoma harus terus terpenuhi, dan biaya tunggakan rumah sakit masih membayangi keluarga.

Setiap dukungan yang Anda berikan adalah bagian dari langkah besar menuju masa depan Ashfa yang lebih sehat dan normal seperti anak-anak lainnya.

Yuk, bantu ringankan biaya pengobatan Ashfa. Satu kebaikan Anda, satu napas harapan untuknya.