
Apa Itu Qurban? Pengertian, Hukum, dan Maknanya dalam Islam
Setiap tahun pada bulan Dzulhijjah, umat Islam di seluruh dunia merayakan Hari Raya Iduladha dengan melaksanakan ibadah qurban. Suasana penuh kebersamaan, kepedulian, dan rasa syukur begitu terasa ketika daging qurban dibagikan kepada masyarakat. Lalu apa itu qurban? Berikut pengertian, hukum, dan maknanya dalam Islam.
Apa itu Qurban dalam Islam?
Apa itu qurban? Secara bahasa, kata qurban berasal dari bahasa Arab qurbān yang berarti mendekatkan diri. Dalam istilah syariat Islam, qurban adalah ibadah menyembelih hewan ternak tertentu pada hari raya Iduladha dan hari-hari tasyrik (11–13 Dzulhijjah) dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah SWT.
Ibadah ini menjadi salah satu bentuk ketaatan dan ungkapan rasa syukur seorang Muslim atas nikmat yang diberikan oleh Allah SWT. Qurban juga merupakan sarana untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kepada mereka yang jarang menikmati makanan bergizi seperti daging.
Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:
“Maka dirikanlah salat karena Tuhanmu; dan berqurbanlah.”
(QS. Al-Kautsar: 2)
Ayat tersebut menunjukkan bahwa ibadah qurban merupakan bagian penting dari bentuk penghambaan kepada Allah SWT.
Dengan memahami pengertian apa itu qurban, umat Islam diharapkan dapat mendekatkan diri kepada Allah, berbagi rezeki dengan sesama, serta menghapus sifat kikir dan cinta berlebihan pada dunia.
Sejarah Ibadah Qurban
Setelah mengetahui apa itu qurban, lalu bagaimana dengan sejarah ibadah ini? Asal-usul ibadah qurban tidak terlepas dari kisah keteladanan Nabi Ibrahim AS dan putranya, Nabi Ismail AS. Nabi Ibrahim menerima perintah dari Allah SWT melalui mimpi untuk menyembelih putranya sendiri sebagai bentuk ujian keimanan.
Dengan penuh ketakwaan, Nabi Ibrahim menyampaikan perintah tersebut kepada Nabi Ismail. Menariknya, Nabi Ismail menerima perintah tersebut dengan penuh keikhlasan dan kesabaran.
Allah SWT mengabadikan kisah ini dalam Al-Qur’an:
“Wahai ayahku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”
(QS. Ash-Shaffat: 102)
Ketika Nabi Ibrahim hendak melaksanakan perintah tersebut, Allah SWT menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai bukti bahwa keduanya telah lulus dari ujian ketaatan. Peristiwa inilah yang kemudian menjadi dasar disyariatkannya ibadah qurban bagi umat Islam.
Hukum Qurban dalam Islam
Para ulama memiliki beberapa pendapat mengenai hukum qurban:
1. Sunnah Muakkadah (Sangat Dianjurkan)
Mayoritas ulama berpendapat bahwa qurban hukumnya sunnah muakkadah bagi setiap Muslim yang mampu secara finansial.
2. Wajib bagi yang Mampu
Mazhab Hanafi berpendapat bahwa qurban wajib bagi Muslim yang memiliki kelapangan rezeki.
Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa yang memiliki kelapangan (rezeki) tetapi tidak berqurban, maka janganlah ia mendekati tempat salat kami.”
(HR. Ahmad dan Ibnu Majah)
Hadis ini menunjukkan betapa pentingnya ibadah qurban bagi umat Islam yang memiliki kemampuan.
Hewan yang Dapat Dijadikan Qurban
Dalam Islam, hewan yang boleh dijadikan qurban adalah hewan ternak tertentu yang memenuhi syarat syariat, yaitu:
- Kambing atau domba
- Sapi atau kerbau
- Unta
Selain itu, hewan qurban harus sehat, tidak cacat, dan telah mencapai usia minimal yang ditentukan dalam syariat.
Baca Juga: Keutamaan Sedekah Syawal yang Perlu Muslim Ketahui
Hikmah dan Makna Ibadah Qurban
Ibadah qurban mengandung banyak hikmah yang sangat penting bagi kehidupan seorang Muslim.
1. Mendekatkan Diri kepada Allah SWT
Qurban menjadi bentuk penghambaan dan ketaatan kepada Allah SWT. Melalui ibadah ini, seorang Muslim belajar untuk mengutamakan perintah Allah di atas kepentingan pribadi.
2. Menumbuhkan Keikhlasan dan Pengorbanan
Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail mengajarkan bahwa keimanan membutuhkan pengorbanan dan ketulusan hati.
3. Memperkuat Kepedulian Sosial
Daging qurban dibagikan kepada masyarakat, terutama kepada fakir miskin. Hal ini menjadikan qurban sebagai ibadah yang tidak hanya berdimensi spiritual, tetapi juga sosial.
4. Menumbuhkan Rasa Syukur
Melalui qurban, umat Islam diingatkan untuk mensyukuri nikmat rezeki yang telah diberikan oleh Allah SWT.
Allah SWT menegaskan dalam Al-Qur’an:
“Daging dan darah hewan qurban itu tidak akan sampai kepada Allah, tetapi yang sampai kepada-Nya adalah ketakwaan kamu.”
(QS. Al-Hajj: 37)
Ayat ini menegaskan bahwa esensi qurban bukanlah pada hewannya, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan orang yang melaksanakannya.
Berqurban Bersama Assyifa Peduli
Setelah mengetahui apa itu qurban, pengertian, hingga hukumnya, saatnya kita mengimplementasikan ibadah mulia ini. Qurban bukan sekadar tradisi tahunan yang dilakukan saat Iduladha. Lebih dari itu, kurban merupakan simbol ketaatan, keikhlasan, dan kepedulian terhadap sesama. Ibadah ini mengajarkan umat Islam untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS serta menumbuhkan rasa solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Dengan memahami apa itu qurban dan maknanya secara mendalam, diharapkan umat Islam dapat melaksanakan ibadah ini dengan penuh keikhlasan dan menjadikannya sebagai sarana untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT serta berbagi kebahagiaan dengan sesama.
Apa itu qurban dan apakah bisa kita menunaikannya melalui lembaga amil zakat? Tentunya Sahabat dapat menunaikan ibadah qurban bersama Assyifa Peduli dengan klik link di sini.